Kamis, 06 Juni 2013

SCORM (Sharable Content Object Reference Model)


SCORM

1.      Pengertian SCORM
SCORM adalah singkatan untuk Sharable Content Object Reference Model. SCORM adalah model software yang mendefinisikan inter relasi antara komponen-komponen course, model data, dan protokol semacam objek yang sharable lintas sistem yang conform dengan model sama.
SCORM memberikan ‘unified learning content model’ atau konten model yang satu; mendefinisikan lingkungan operasi web standar. SCORM merupakan suatu kumpulan spesifikasi-spesifikasi serta standar-standar yangberasal dari organisasi-organisasi berbeda, diantaranya:
-          AICC
-          IEEE Data Model for Content Object Communication.
-          IEEE ECMA Script Application Programming Interface for Content to Runtime Services Communication.
-          IEEE Learning Object Metadata (LOM).
-       EIII, Extensible Markup Language (XML) Schema Binding for Learning Object Metadata Data Model.
-          IMS content packaging.
-          IMS simple sequencing.
-          ADL
Dengan kata lain, SCORM = AICC + IEEE + IMS + ADL.



Gambar 1. SCORM Organization v.1.2

2.      Tujuan SCORM
Tujuan SCORM antara lain:
a.       Aksesibilitas, konten dapat diidentifikasi dan disimpan saat diperlukan dan memang diperlukan.
b.      Interoperabilitas, konten akan tetap berfungsi pada banyak aplikasi, lingkungan, konfigurasi software/hardware, apapun bentuk tool dan platform yang digunakan untuk membuatnya.
c.       Reusabilitas, konten harus independen dari konteks pembelajaran dan dapat digunakan oleh banyak siswa yang beragam.
d.      Durabilitas, konten tidak membutuhkan modifikasi untuk beroperas pada sistem yang berubah ataupun yang di-upgrade.
Standar SCORM dibangun oleh Advanced Distributed Learning Network (ADLNet) dengan komponen-komponen yang diperoleh dari berbagai kontributor. SCORM terdiri dari tiga elemen penting, yakni :
a.       SCORM mengimplementasikan “Learning Object Meta-data” (LOM) yang didasarkan pada spesifikasi milik IMS dan ARIADNE. Pada Juli 2003 LOM diterima sebagai standar IEEE dan menerangkan mengenai konten (judul, deskripsi, keyword), pemilik, harga, technical requirement, dan tujuan educational suatu konten.
b.      Proses pemaketan dan transmisi konten learning pada SCORM yang dirancang oleh IMS.
c.       Setiap konten SCORM harus memuat suatu file dalam XML yang mendaftar semua file resource yang digunakan dan relasi / struktur antara file-file tersebut. Resource pada SCORM disebut SCO (Sharable Content Object) yang biasanya disimpan sebagai file bertipe zip. File zip ini dapat disimpan dengan mudah, dishare, atau diimpor ke software SCORM yang kompatibel, biasa berupa Learning Management System (LMS). Elemen ketiga dari SCORM adalah mekanisme komunikasi antara SCO dan LMS. The Application Program Interface (API) yang memungkinkan interaksi antara SCO dan LMS dibangun oleh Aircraft Industry Computer Committee (AICC). API SCORM mengimplementasikan penggunaan Javascript untuk mengkomunikasikan antara SCO dan LMS. Agar komunikasi tersebut dapat dijalankan, LMS harus memiliki suatu ”API Adapter” yang dapat menerima informasi Javascript yang dikirim SCO dan mengirim balik informasi tersebut.
Suatu LMS dapat menyediakan informasi untuk SCO seperti nama user, ID perkuliahan, atau sejauh mana kemajuan user dalam suatu mata pelajaran di sesi sebelumnya. Sebaliknya SCO dapat mengirim ke LMS informasi mengenai user dalam setiap perkuliahan, seperti nilai ujian dan tingkat pencapaian. Informasi ini dikirim dan disimpan di electronic gradebook pada LMS. Kebanyakan LMS saat ini mendukung SCORM, tidak hanya vendor-vendor, tetapi juga produk-produk seperti Angel, CybEO dan WebMentor. Selain itu terdapat pula LMS open-sorce seperti Moodle atau Dokeos. SCORM terintegrasi ke LMS dapat dengan berbagai cara, bergantung pada user interface.
SCO dapat memuat berbagai konten multimedia seperti teks, grafik, animasi, audio atau video yang disajikan dengan terstruktur. Konten SCORM didesain untuk dapat digunakan sebagai instruksi yang dapat dipahami secara mandiri, berdasar tingkat pemahaman konten yang telah ditetapkan. Konten SCORM dapat dirancang menggunakan tool-tool yang ada dengan menambahkan kode-kode Javascript dan file XML. Contoh tool perancangan yang kompatible dengan SCORM adalah Reload Editor, yang terdiri dari editor dan SCORM player. Tool ini merupakan freeware, dan dapat digunakan untuk Windows, Macintosh dan Linux


3        Elemen-elemen SCORM
Elemen-elemen SCORM meliputi:
  1. LMS : sebuah suite yang terdiri atas desain fungsi-fungsi untuk mengirimkan, melacak,melaporkan dan mengelola isi pembelajaran, mengetahui kemajuan siswa serta interaksi siswa dengan course
  2. Asset : representasi elektronik dari media seperti, teks, gambar, suara, obyek penilaian atau bagian data lain yang dapatdiolah oleh web client dan ditampilkan kepembelajar.
  3. SCO : kumpulan dari satu atau lebih asset yang menggunakan SCORM RTE untuk berkomunikasi dengan LMS.
  4. Content Organization : sebuah representasi atau peta yang mendefinisikan penggunaan yang diharapkan dari isi sampai unit intruksi terstrukture.
  5. Manifest File : Manifest merupakan sebuah dokumen XML yang memiliki isi inventory yang terstruktur dari sebuah paket.
SCORM membuat standar terhadap packaging, metadata, komunikasi, dan pengurutan (sequencing).
a.       Packaging, maksudnya menyediakan konten untuk sistem yang berbeda-beda; didasarkan atas IMS Global Learning consortium; packaging konten membuat kontainer untuk memindahkan konten dari satu tempat ke tempat lainnya.
b.      Metadata, membagi informasi standar yang menggambarkan tujuan dan standar alamiah konten, didasarkan pada spesifikasi IEEE ltsc – learning object metadata (LOM); informasi ini memenuhi banyak muara antara lain katalog, pencarian, pengelolaan hak cipta, pemeriksaan kebutuhan teknis, dll.
c.       Komunikasi, memandu untuk peluncuran, komunikasi dengan penelusuran konten, dalam lingkungan web; berdasarkan pada fungsionalitas lingkungan operasi yang didefinisikan pada panduan AICC CMI 001 untuk interoperabilitas.
d.      Sequencing, mendefinisikan metode untuk menampilkan perilaku yang dimaksudkan untuk menuliskan pengalaman pembelajaran yang setiap LMS dapat lakuakn untuk pengurutan pembelajaran diskrit dalam cara yang konsisten.
SCORM 2004 menambahkan kemampuan dalam pengiriman aktivitas content dengan dukungan panduan atau tingkah laku pengurutan yang adaptif, yakni sequencing dan navigation.
SCORM Sequencing mendefinisikan tingkahlaku dan model data yang digunakan oleh SCORMRTE (Run Time Environment) untuk menentukanbagaimana sebuah paket content disampaikansebagai pengalaman belajar. Ini berarti LMS yangmendukung SCORM harus mengimplementasikan proses informasi sequencing pada saat run-timeberdasarkan interaksi pelajar pada objek content. Sequencing terjadi didalam lingkungan run-time yang menerjemahkan aksi navigasi dari pelajarmenjadi permintaan navigasi kepada mesin sequencing. Hasil dari sequencing lalu digunakan untuk memodifikasi atau membuat tampilan yang disampaikan kepada pelajar, Asset atau SCO yang bagaimana yang dapat diakses oleh pelajar. SCORM Navigation mendefinisikan bagaimana LMS menginisiasikan kejadian navigasi yang dipicu dan diproses untuk kemudian menghasilkan suatu aktivitas yang dikirimkan ke pelajar. Navigation adalah proses dimana adanya kerjasama antarapelajar dan LMS dalam mengidentifikasi permintaan navigasi untuk mencapai pengalaman belajar.

Sumber: dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar